Tidak semua sisa dari proses memasak harus langsung dibuang. Nasi dingin, batang brokoli, tangkai sayur, sisa bumbu halus, dan santan masih bisa dipakai lagi selama disimpan dengan benar dan belum menunjukkan tanda rusak.

Pisahkan bagian yang masih layak sebelum mulai mencuci dan membereskan dapur. Simpan dalam wadah bersih. Jangan biarkan bercampur dengan tulang, plastik, minyak bekas, atau sisa lain yang memang harus dibuang.

Nasi Sisa: Lebih Fleksibel dari yang Dikira

Nasi sisa semalam adalah salah satu sisa makanan dapur yang paling sering dibuang, padahal juga yang paling mudah diolah kembali. Nasi dingin yang sudah didinginkan semalaman di kulkas justru memiliki tekstur yang lebih baik untuk diolah menjadi nasi goreng karena kandungan air yang berkurang membuat butiran nasi lebih terpisah dan tidak menggumpal saat dipanaskan di wajan panas.

Selain nasi goreng, nasi sisa bisa dijadikan bubur instan dengan menambahkan kaldu dan direbus dengan sedikit air tambahan, atau dipadatkan menjadi onigiri dengan isian sederhana. Satu hal yang perlu diperhatikan: nasi sisa harus disimpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas pada suhu di bawah 4 derajat Celsius, dan sebaiknya dikonsumsi dalam 24 jam setelah dimasak pertama kali untuk alasan keamanan pangan.

Batang dan Tangkai Sayuran yang Sering Ikut Dibuang

Batang brokoli, tangkai bayam, daun bawang bagian hijau tua, dan kulit wortel adalah contoh bagian sayuran yang hampir selalu dibuang bersamaan dengan sampah organik lain, padahal semuanya masih layak makan. Batang brokoli mengandung serat dan vitamin C yang tidak jauh berbeda dari kuntumnya, teksturnya lebih keras memang, tapi bisa diiris tipis dan ditumis bersamaan dengan sayuran lain atau dijadikan bahan sup.

Tangkai bayam yang biasanya dipotong dan dibuang bisa dimasak lebih lama dari daunnya: masukkan dulu ke dalam air rebusan atau tumisan, baru menyusul daunnya beberapa menit kemudian. Kulit wortel yang sudah dicuci bersih bisa dijadikan keripik dengan dipanggang di oven bersama sedikit minyak dan garam. Batang serai yang sudah dipakai untuk masakan bisa direbus kembali untuk membuat teh atau kaldu.

Fakta: Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), sekitar 30% dari seluruh makanan yang diproduksi di dunia terbuang, dan sebagian besar food waste di tingkat rumah tangga bukan karena makanan rusak, melainkan karena kebiasaan membuang bagian yang dianggap tidak berguna padahal masih aman dikonsumsi.

Sisa Bumbu Halus dan Santan

Bumbu halus yang tersisa setelah memasak sering kali ikut terbuang bersama sisa minyak goreng. Padahal bumbu halus yang sudah ditumis dan belum tercampur dengan bahan utama bisa disimpan dalam wadah kaca di dalam kulkas selama tiga hari, atau dibekukan dalam cetakan es batu untuk persediaan hingga sebulan. Satu sendok makan bumbu beku bisa langsung dipakai untuk menumis sayuran, mengolah tempe, atau sebagai dasar saus untuk berbagai masakan.

Santan sisa juga serupa: sisa santan dari masakan gulai atau opor bisa dicampurkan ke dalam adonan kue bolu basah, dipakai sebagai pengganti susu dalam kolak, atau dijadikan dasar kuah untuk sayur lodeh berikutnya. Santan sisa perlu disimpan di dalam kulkas dan dikonsumsi dalam 24 jam, atau dibekukan dalam porsi kecil untuk penggunaan berikutnya.

Cara Membangun Kebiasaan Mengolah Sisa

Tantangan terbesar dalam mengurangi sisa makanan dapur bukan pada kurangnya resep atau ide, tetapi pada momen keputusan: saat tangan sudah terpanjang ke arah tempat sampah dengan sisa di dalamnya. Cara paling efektif untuk mengubah kebiasaan ini adalah dengan membuat wadah sisa di kulkas, sebuah wadah khusus yang isinya adalah semua sisa bahan yang masih bisa diolah, dengan label tanggal kapan sisa itu disimpan.

Dengan cara ini, setiap kali membuka kulkas dan melihat wadah itu ada isinya, keputusan untuk mengolah menjadi lebih mudah dibuat. Jadikan kebiasaan untuk membersihkan wadah sisa setiap dua hari sekali, baik dengan memasaknya menjadi hidangan baru atau minimal dimasukkan ke dalam sup atau tumisan sederhana. Ini bukan soal memasak lebih banyak, tetapi soal mengintegrasikan sisa ke dalam alur masak yang sudah ada.

Untuk batas simpan makanan matang yang lebih jelas, baca makanan matang di kulkas tahan berapa lama.

Sisa yang Memang Tidak Bisa Diolah

Tidak semua sisa makanan dapur bisa diolah kembali. Tulang ikan, cangkang telur, ampas kopi, dan ampas kelapa parut adalah contoh sisa yang tidak mudah dimasak ulang untuk dikonsumsi langsung. Untuk sisa-sisa ini, ada dua pendekatan yang umum digunakan di dapur urban Indonesia: dikeringkan sebelum dibuang untuk mengurangi bau di tempat sampah, atau dikomposkan jika ada akses ke media kompos.

Bagi yang tidak memiliki ruang untuk komposter dan tidak ingin menumpuk sisa organik di dapur, ada juga pendekatan lain yang mulai digunakan di rumah tangga Indonesia, yaitu food waste disposer yang dipasang di bawah sink dan menghancurkan sisa organik menjadi partikel halus yang bisa dialirkan langsung ke saluran pembuangan. SinkGard adalah salah satu food waste disposer yang tersedia di Indonesia, informasinya bisa dilihat lebih lanjut di halaman produk ini.

Kebiasaan membuang sisa makanan dapur sering kali lebih karena autopilot daripada karena pertimbangan sadar. Mengubahnya tidak membutuhkan komitmen besar, cukup mulai dengan satu kebiasaan kecil: sebelum melempar sesuatu ke tempat sampah, tanya satu detik saja, apakah ini masih bisa menjadi sesuatu yang lain?

Pelajari lebih lanjut tentang pilihan food waste disposer untuk dapur Indonesia